Ban Tubeless Terkena Sekerup

Sebelum membaca artikel ini, saya sarankan siapkan kopi dan kue karena sebaiknya Anda membaca keseluruhan artikel saya yang khusus membahas tentang perawatan ban tubeless. Meskipun saya bukan ahlinya, tapi karena saya sudah membaca beragam sumber dan pengalaman langsung maka saya akan membagikannya kepada Anda semua.

https://elangjalanan.wordpress.com
Ban Tubeless terkena sekerup
photo credit: https://elangjalanan.wordpress.com

Kemarin sore pas merawat rantai motor Tiger kesayangan, mata tertuju pada benda aneh di ban FDR bagian belakang yang kebetulan posisinya pas di depan mata. Wah, ban kena sekrup! Untungnya ban tubeless ini dilengkapi cairan anti bocor, sehingga lubang dari sela-sela sekrup terkunci. Tapi insting saya berbicara lain, ini sekrup lumayan besar, cairan penambal tidak mudah menambal kebocoran ini kalau sekrup dilepas. Dan karena sudah malam, saya pertimbangkan besok pagi ke bengkel khusus ban langganan. Jadi kalau ada apa-apa, setidaknya tidak perlu mendorong dan keputusan juga cepat diambil.

Jadi perhatikan hal berikut ketika ban tubeless Anda terkena paku/sekerup:

  1. Perhatikan usia ban, makin lama usia ban maka compound makin tipis artinya ada kemungkinan ban bisa tersobek. Jika Anda mengendarai mobil, segera tukar dengan ban serep agar perjalanan lebih aman sementara ban segera dibawa ke bengkel ban khusus.
  2. Semakin cepat tahu, segera ambil tindakan terbaik. Jika harus terpaksa untuk tetap melanjutkan perjalanan, maka kurangi kecepatan atau Anda bisa secara alternatif gunakan tindakan sementara.
  3. Menggunakan cairan anti bocor ada baiknya, tapi butuh sedikit ekstra perawatan. Baca artikel saya tentang cairan anti bocor.
  4. Perhatikan posisi ban yang terkena sekerup/paku apakah di penampang samping (side wall) atau pada tapaknya. Jika yang terkena di side wall ; besar kemungkinan ban Anda perlu diganti karena side wall sifatnya fleksibel. Apalagi jika dikendarai, makin lama angin makin berkurang, maka ban berpotensi terjadi defleksi  “yang mengakibakan temperatur udara jadi cepat panas akhirnya sidewall bisa terkelupas dan meledak.
  5. Sebisa mungkin jangan menggunakan jasa perbaikan ban yang menggunakan karet cacing karena prosesnya membuat ban malah menjadi mudah rusak. Ada cara yang lebih baik. Lihat artikel saya yang lainnya yaitu memakai lem korea.

Kasus yang saya alami, memiliki kondisi sebagai berikut:
Ban saya menggunakan ban tubeless, menggunakan cairan anti bocor di dalam ban, terkena sekerup di bagian tapak. Estimasi terkena paku +/- 1 hari sebelumnya.

Tindakan yang saya ambil, periksa kebocoran di area sekrup dengan mengoleskan air sabun. Hasilnya aman. Jika ada gelembung, berarti Anda bisa tambal sementara, atau jika bengkel cukup dekat maka tambahkan sedikit angin pada ban agar bisa dikendarai dengan lebih aman. Karena kondisi ban "cukup aman" maka dengan kecepatan sedang saya menuju bengkel ban khusus. Kenapa perlahan, untuk menghindari ban tersobek, fatal kalau ini terjadi, sebagus apapun kondisi ban jika sudah robek maka kemungkinan besar akan diganti selain juga bisa membahayakan keselamatan jika tersobek dalam posisi meluncur di jalan raya.

Sampai di bengkel ban langganan, singkat kata, mereka tidak sanggup menambal karena tidak ada jasa tambal di bengkelnya. Hadeh, cuma bisa jual dan bongkar pasang ban baru saja rupanya hahaha. Okelah. Tapi montirnya juga tidak tahu dimana tambal ban tubeless tanpa karet cacing seperti yang digunakan tukang tambal pinggir jalan. Hadeh..hadeh..hadeh...capee deeeh.

Akhirnya diputuskan pulang saja, dan melakukan tindakan darurat sementara. Kopinya diseruput dulu Bung, eman dingin. (bersambung)

Postingan terkait: